HAK IMUNITAS ADVOKAT TIDAK TAK TERBATAS

Sesuai dengan Pasal 16 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, seorang Advokat memiliki hak istimewa berupa hak imunitas, sehingga advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata ataupun pidana dalam melakukan tugasnya baik di dalam maupun di luar pengadilan dengan iktikad baik. Bagi sebagian orang profesi advokat masih sering dianggap sebagai tokoh antagonis yang membela dan membebaskan orang. Padahal yang dibela advokat bukanlah perbuatannya melainkan hak-hak kliennya di hadapan hukum. Sesuai asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) itulah yang mejadikan advokat laksana dewa penolong di hadapan klien yang dibelanya, namun dipandang sebagai musuh besar di hadapan lawan kliennya. Hal tersebut seringkali menjerat advokat terseret masuk dan terbelit dalam suatu permasalahan hukum karena dianggap sebagai penghambat jalannya suatu perkara dan bersekongkol melindungi kejahatan yang dilakukan oleh kliennya. Akibatnya, dapat terjadi kasus penahanan terhadap seorang advokat dalam mendampingi kepentingan hukum kliennya. Oleh karenanya, advokat memerlukan suatu hak imunitas yang memberikan kekebalan hukum kepada advokat dalam menjalankan tugas profesinya tersebut.
Kata kunci: advokat, peradilan, hak imunitas.

Abstract

In accordance with Article 16 of Law No. 18 of 2003 on Advocates, an Advocate has the privilege of immunity right, so advocates can not be prosecuted either civil or criminal in performing their duties either inside or outside the court in good faith. For some people the advocate profession is still often regarded as an antagonist who defends and frees people. Though the advocate defended is not his actions but the rights of his clients before the law. In accordance with the presumption of innocence principle that makes an advocate like a helper in front of the client he defended, but is seen as a great enemy in front of his client’s opponent. It is often entrapped by advocates dragged in and wrapped in a legal problem because it is considered as an obstacle course of a case and conspire to protect crimes committed by his client. As a result, there may be a case of detention of an advocate in accompanying his client’s legal interests. Therefore, advocates need a right of immunity that gives legal immunity to advocates in carrying out their professional duties.

Keywords: advocate, judiciary, immunity right.

  • Artikel ini telah dipublikasikan di Journal Hukum Cakrawala Hukum yang diterbitkan oleh Fak. Hukum Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. Link:¬†http://ejournal.up45.ac.id/index.php/cakrawala-hukum/article/view/328/

72 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *